Marvin Hagler vs Thomas Hearns

Marvin Hagler (6): ‘Tidak Terlalu Jauh, tapi itu Indah!’

SEUSAI menaklukkan Roberto Duran dan menyandang tiga sabuk juara dunia kelas menengah (72,5 kg) WBC, WBA, dan IBF, Marvin Hagler mendapat lawan kurang terkenal dari Argentina Juan Domingo Roldan. Duel mempertahankan tiga sabuk juara dunia itu berlangsung di Riviera Hotel & Casino, Las Vegas, Nevada, AS, 30 Maret 1984.

Di luar dugaan Roldan sempat membuat Hagler knockdown. Tapi, Hagler protes karena merasa dirinya ditarik/didorong hingga terjatuh. Artinya ia knockdown bukan karena pukulan. Melihat situasi itu Hagler mengamuk dan membuat pertarungan jadi brutal sampai menghentikan perlawanan Roldan dengan TKO di ronde 10.

Sugar Ray Leonard yang menyaksikan pertarungan tersebut dari sisi ring mengatakan kepada analis HBO Barry Tompkins bahwa ia mengamati Hagler dari ronde ke ronde tampak Hagler lebih tua dan lebih lambat. “Marvin melambat karena mungkin sudah tua, Barry,” kata Leonard kepada Barry.

Komentar itu memberi keyakinan para penikmat tinju dunia bahwa bila Hagler berhadapan dengan Leonard, maka peluang Leonard untuk menang lebih terbuka. Tapi, seiring perjalanan waktu, Hagler tak langsung berhadapan dengan Leonard. Sebab, Hagler masih mempertahankan sabuknya tiga kali lagi melawan petinju lain.

Salah satunya, memberi kesempatan lagi kepada petinju Suriah Mustafa Hamsho untuk duel ulang. Padahal, di pertandingan pertama, 3 Oktober 1981, Hamsho sudah kalah TKO. Di pertandingan kedua yang berlangsung di Madison Square Garden, New York, AS, 19 Oktober 1984, Hamsho membuat marah Hagler karena tiga kali menyundulkan kepalanya dengan senagaja di ronde kedua, ketiga, dan keempat. Akibatnya, Hagler mengamuk dan menghajar babak belur Hamsho hingga tak berdaya dalam hitungan detik. Hamsho pun kembali TKO.

Kemenangan demi kemenangan yang diraih Hagler kian membuatnya percaya diri sebagai yang terbaik di kelas menengah. Maka, duel berikut yang dijajalnya adalah menghadapi Thomas Hearns. Pertarungan ini berlangsung di Caesars Palace, Outdoor Arena, Las Vegas, AS, 15 April 1985. Pertarungan ini memang ditunggu-tunggu publik.

Ronde Satu: Tiga menit kekerasan. Dalam 15 detik pertama, Hearns mendaratkan pukulan terbaiknya, jab dan straight, ke dagu Hagler. Sang juara melangkah mundur, lalu maju ke depan. Pada titik ini, Hagler mulai kesulitan dengan pukulan yang penuh kekuatan dari Hearns.

Ronde Kedua: Hagler terkena di kepalanya akibat siku atau benturan yang tidak disengaja. Meski berlumuran darah, sang juara terus mendorong pertarungan ke depan. Hearns juga bertarung dengan cedera, setelah mengalami patah tangan kanan di menit terakhir ronde pertama. Langkahnya berlanjut seperti sebelumnya, tetapi sekarang Hearns mundur, mencoba bergerak di sekitar ring. 

Pelatih Hearns, Emanuel Steward kemudian mengungkapkan bahwa Hearns melakukan pijatan kaki, yang membuatnya kecewa, sebelum pertarungan. Kaki Hearns di akhir ronde melemah.

Ronde Ketiga: Kecepatan mulai menurun sampai wasit Richard Steele meminta time out untuk meminta dokter di sisi ring memeriksa luka di kepala Hagler. Sempat berdiri selama sepuluh detik berikutnya, sebelum dokter mengizinkan pertarungan berlanjut. Hagler menyerang Hearns yang jauh lebih tinggi, melakukan pukulan over-hand tepat di belakang telinga Hearns. Kaki Hearns goyah dan Hagler dengan cepat mengejarnya. Hearns tersungkur ke kanvas, lalu bangkit pada hitungan ke delapan, tapi ambruk ke pelukan wasit Steele. Pertarungan kemudian dihentikan dan Hearns dinyatakan TKO. 

Pertarungan itu hanya berlangsung delapan menit dan satu detik, tapi itu dianggap sebagai pertarungan klasik. Komentator Al Michaels mengatakan pertarungan itu dengan kalimat  yang terkenal, “Tidak terlalu jauh, tapi itu indah!” Dan, pertarungan itu dinamai “Fight of the Year” oleh majalah tinju The Ring.

Bersambung…..

(TI/Martinez)

 

 

 

 

 

 

11 November 2021

ANDA MENJAGOKAN SIAPA

DUEL PERTAMA TIBO MONABESA MEMPERTAHANKAN GELAR KELAS TERBANG YUNIOR WBC INTERNATIONAL, ANDA MENJAGOKAN SIAPA?

View Results

Loading ... Loading ...