Tim tinju DKI Jakarta bawa pulang 2 emas, 2 perak, dan 2 perunggu, dan Petinju Favorit.  FOTO: Martinez
DKI Jakarta Bawa Pulang 2 Emas, 2 Perak, 2 Perunggu
Tnjuindonesia.com — Pengprov PERTINA DKI Jakarta yang mengirimkan 8 petinju ke Kejuaraan Nasional Elite Men’s dan Women’s 2018 di GOR Saburai, Bandar Lampung, Lampung, 5-11 Desember, akhirnya membawa pulang 2 medali emas, 2 perak, dan 2 perunggu.
Dua petinju yang merebut emas adalah Aldom Suguro (52 kg) dan Matius Mandiangan (60 kg), dua perak diraih oleh Novita Sinadia (51 kg putri) dan Vinky Montolalu (75 kg), sedangkan dua perunggu direngkuh oleh Jhon Matualage dan Jill Mandagie. Ditambah satu predikat hiburan Petinju Favorit oleh Novita.
Bagi Ketua Dewan Pembina Pengprov PERTINA DKI Jakarta Irjen Pol.Drs. Idham Azis M,Si (yang diutus langsung AKBP Sutarmo), Ketua Pengprov PERTINA DKI Jakarta Hengky Silatang dan jajarannya, serta Manajer Tim DKI Jakarta Milasari Anggraini, merasa senang dan tidak senang menerima hasil ini.
Sebab, sejak babak penyisihan petinju DKI Jakarta Verrel Dylastra yang tampil di kelas 64 kg melawan Dominikus Lasa (Banten) dicurangi, dengan penilaian tidak fair. Semestinya Verrel menang angka dikalahkan. Apalagi di ronde ke-3 hanya berlangsung 2 menit dan 5 detik (tidak sampai 3 menit). Lalu di semifinal, Jill Mandagie yang sangat jelas menang angka mutlak atas Julio Bria (Bali), dikalahkan. Dan, Jhon yang juga kelihatan menang atas Krispinus Mariano Wonda (Bali), dikalahkan.
Di Final pun Novita Sinadia yang jelas-jelas menang angka mutlak atas Ainun Azizah (NTB), dikalahkan. “Lawannya dihitung sampai 8 kok bisa menang. Aneh. Stamina lawan juga sudah habis,” kata Sutarmo yang menyaksikan langsung pertandingan tersebut. Hengky yang kecewa berat dan menanyakan penilaian tidak adil itu ke Technical Delegate (TD) dan hakim yang mengalahkan Novita tak bisa mengubah keputusan. Sebab, tak ada protes dalam aturan AIBA.
Pun Vinky Montolalu yang mestinya menang atas Michael Mustika (Jawa Barat), dikalahkan. “Tidak ada pukulan bersih masuk ke sasaran Vinky, kok bisa menang. Ini penilaian tidak fair. Kacau di pra-PON dan PON, kalau begini penilaiannya. Kalau kita tak dicurangi, kita bisa bawa pulang lebih dari 2 emas,” ujar pelatih DKI Jakarta Hugo Gosseling, Ady Fadly Siregar, dan Bayu Anggoro. (TI/Martinez)













